Kamis, 27 September 2012

Rasa Air Mani

Dalam keadaan tidak sengaja dapat terjadi ejakulasi di dalam rongga mulut. Ejakulat (semen / air mani) merupakan campuran sperma yang diproduksi dalam testis bercampur dengan cairan kelenjar seks aksesori. Proporsi masing – masing komponen yang membentuk ejakulat terdiri dari testis 5 %, vesika seminalis 46 - 80 %, prostat 13 - 33 %, kelenjar bulbourethra dan littre 2 - 5 %. Air mani terdiri dari sel yaitu sperma, cairan berupa seminal plasma dan sel-sel lain immature germ cells, leukosit, epitel, dan lain sebagainya. Seminal plasma adalah bahan untuk metabolisme sperma. Zat yang disekresi oleh prostat yaitu zinc, enzyme acid phosphatase, citric acid, prostate specific antigen (PSA). Vesika seminalis mensekresi fruktosa sebagai makanan sperma, prostaglandin (zat yang bisa menimbulkan konstraksi otot), seminogelin (protein, sebagai koagulum, ber pH basa, biasanya dikeluarkan terakhir). Epididymis mensekresi carnitine, glycerophosphorycholine, alpha glycerophospholine. Sebagian pasangan yang mendapatkan kenikmatan dengan oral seks merasa nyaman untuk ejakulasi di dalam rongga mulut sehingga rasa dan aroma dari air mani dapat diidentifikasi oleh pasangan. Rasa air mani dapat bervariasi tergantung faktor-faktor yang mempengaruhi (Hamilton, 2002). Rasa pahit karena konsumsi minuman kopi, alkohol, merokok maupun adanya sisa urine atau adanya infeksi kelenjar aksesori pria (MAGI). Beraroma tajam pada pria yang mengkonsumsi daging merah, makanan berlemak, coklat, asparagus, brokoli. Biasanya beraroma sedang pada pria yang tidak sama sekali mengkonsumsi kelompok air mani berasa pahit dan mengkonsumsi satu atau dua jenis dari kelompok beraroma tajam. Aroma ringan biasanya pada pria yang menjalani diit vegetarian, mengkonsumsi buah nenas, apel, seledri dan pepermint. Rasa manis pada air mani dapat dipengaruhi oleh faktor mengkonsumsi minuman berfermentasi, atau pada pria penderita diabetes.

Sabtu, 16 Juni 2012

HbA1C

     Jumlah glukosa dalam darah yang sangat banyak dan berlebih akan berikatan (terglikosidasi) dengan hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein pada sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Semakin tinggi kadar gula darah, maka akan semakin banyak yang terglikosidasi (HbA1C).
      Proses glikosidasi ini akan berlangsung sepanjang hidup sel darah merah. Dengan demikian HbA1C merupakan marker yang berguna dalam mengevaluasi kadar gula darah dalam 3 bulan sebelumnya. Hal ini bermanfaat dalam menilai efektifitas pengaturan pola makan, olah raga dan terapi diabetes mellitus.

Selasa, 12 Juni 2012

Testosteron

Apa itu testosteron ?
Testosteron adalah androgen yang paling penting pada pria dan memainkan peran dalam fungsi reproduksi dan seksual. Testosteron bertanggung jawab untuk memproduksi karakteristik fisik pubertas laki-laki seperti bertambahnya ukuran penis dan testis, dan ciri-ciri khas pria dewasa seperti rambut wajah dan tubuh. Testosteron juga merangsang sel-sel dalam testis untuk membantu dalam produksi sperma. Selain itu, testosteron penting bagi kesehatan yang baik jaringan non-reproduksi seperti sel-sel darah, tulang dan otot, dan mempengaruhi suasana hati, gairah seksual dan aspek-aspek tertentu dari kemampuan mental.

Bagaimana produksi testosteron dikendalikan ?
 Luteinizing hormone (LH) dan folikel stimulating hormone (FSH) adalah dua hormon penting yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak yang berfungsi untuk memicu fungsi testis. Setelah dirangsang dengan LH, sel-sel Leydig di testis menghasilkan testosteron.  

Apa kekurangan hormon testosteron ?
 Testosteron (atau androgen) kekurangan adalah ketika tubuh tidak mampu memproduksi testosteron cukup bagi tubuh untuk berfungsi secara normal. Meskipun bukan kondisi yang mengancam jiwa, dapat memiliki pengaruh besar pada kualitas hidup.  

Penyebab kekurangan testosteron ?
 Biasanya penderita menderita kelainan genetik (misalnya sindroma Kallman, sindroma Klinefelter), kerusakan pada testis (infeksi, trauma, obat, kemoterapi / radioterapi), tidak turun testis. Proses penuaan, penyakit medis dan obesitas semua mempengaruhi kadar testosteron.  

Apakah semua orang mendapatkan tingkat testosteron rendah dengan bertambahnya usia mereka ?
 Tidak selalu, kadar testosteron pria berkurang secara bertahap. Kadar testosteron tertinggi antara usia 20 sampai 30 tahun, kemudian testosteron mulai turun sekitar sepertiga antara usia 30 sampai 80 tahun. Beberapa pria akan mengalami penurunan lebih besar.  

Apa saja gejala dan tanda-tanda kekurangan hormon testosteron ?
Tanda-tanda testosteron rendah adalah berbeda tergantung pada usia ketika kadar testosteron turun di bawah batas normal. Banyak gejala dan tanda-tanda tidak spesifik dan dapat terjadi dengan penyakit medis lainnya dan dalam keadaan lain (misalnya stres fisik atau psikologis).
Anak Usia Dini :
• Penis dan testis tidak tumbuh ke ukuran yang diharapkan

Masa remaja awal (pubertas) :
• Penis dan testis tidak tumbuh ke ukuran yang diharapkan • Kegagalan untuk melewati pubertas normal penuh • Kurang lebat rambut wajah, tubuh atau kemaluan • Otot tidak berkembang • Suara masih seperti kanak-kanak • Payudara membesar

Dewasa :
• Perubahan suasana hati (mood rendah dan mudah tersinggung) • Kurang konsentrasi • Lemas • Mengurangi kekuatan otot • Lama waktu untuk pulih setelah latihan fisik • Gairah seksual menurun (libido menurun) • Gangguan ereksi • Hot flushes, berkeringat • Payudara membesar • Osteoporosis (kropos tulang) • Volume air mani sedikit  

Bagaimana defisiensi testosteron didiagnosis ?
 Sejumlah langkah yang terlibat dalam mendiagnosis kekurangan testosteron :
- riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik untuk mengkonfirmasi defisiensi testosteron dan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab
- sampel darah untuk mengukur kadar hormon (darah diambil di pagi hari ketika kadar testosteron tertinggi)
- tes untuk menentukan ada atau tidak adanya kondisi medis diketahui mempengaruhi testis atau kelenjar pituitari (tes darah, karyotiping, CT atau MRI kelenjar hipofisis).

Selasa, 08 Mei 2012

Pendekatan Baru Bagi Kesehatan Pria

"Treat ED and check for T"

Pria yang mengalami disfungsi ereksi (ED) sering membutuhkan solusi segera. Namun, pria dengan ED sering memiliki kondisi yang mendasarinya yang juga terkait dengan kekurangan testosteron (T). Pada orang-orang ini, memeriksa kadar testosteron perlu dilakukan. Pendekatan ini memiliki manfaat yang cukup besar untuk kesehatan pria secara keseluruhan.




Rabu, 29 Februari 2012

Relaksasi Otot Polos

      Mengabaikan gangguan fungsi ereksi dapat semakin memperburuk masalah. Masalah seksual seringkali mempengaruhi kepercayaan diri dan mengganggu hubungan dengan pasangan, yang akan membuat depresi semakin buruk dan semakin memperberat gangguan ereksi yang sudah terjadi. Dengan mengunjungi dokter akan mempermudah mendeteksi penyebab yang mendasari, agar dapat diberikan pengobatan yang sesuai atau dirujuk ke dokter spesialis Andrologi. 

Sabtu, 18 Februari 2012

Andropause

      Pria sekitar usia 40 tahun ke atas akan mengalami perubahan hormonal yang berdampak pada kehidupannya. Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses penuaan yang wajar.
Perkembangan dunia kedokteran saat ini memberikan beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi efek andropause yang dialami pria, serta meningkatkan kualitas hidupnya.

Bagaimanakah tanda - tanda andropause ?
Sebagian besar pria akan mengalami gejala yang kurang menyenangkan, bahkan mengganggu kehidupan sehari-hari. Beberapa gejala tersebut antara lain :
  • Penurunan kebugaran tubuh, seperti merasa lemas, kurang tanaga, penurunan daya tahan dan kekuatan fisik, penurunan kemampuan berolahraga, prestasi kerja.
  • Gangguan seksual, penurunan libido / dorongan seksual, ereksi kurang kuat.
  • Perubahan pada emosi dan perilaku, Pria yang mengalami andropause sering mengalami perasaan kesal, cepat marah, penurunan kenikmatan hidup, mengantuk dan tertidur sesudah makan malam.

Apakah Pengaruh jangka panjang dari andropause ?
Secara jangka panjang, andropause akan menimbulkan gangguan kesehatan lain seperti :
  • Osteoporosis,
  • Meningkatnya resiko penyakit jantung koroner, hal ini dikaitkan dengan perubahan-perubahan pada kadar lemak darah yang terjadi akibat menurunnya kadar estrogen.
  • Selain itu, diameter pembuluh darah penis yang lebih kecil dari koroner akan terkena lebih dahulu.

Adakah Pengobatan untuk andropause ?
Ada, pengobatan andropause dapat diatasi dengan terapi sulih hormon (hormone replacement therapy) maupun terapi non hormonal (fitofarmaka).


Minggu, 05 Februari 2012

Kadar Testosteron Dengan Terapi TU

Injeksi testosteron adalah salah satu cara yang efektif dan ekonomis yang paling banyak dipraktekkan dalam HRT. Suntikan ini diberikan pada orang yang menderita hipogonadisme (kadar testosteron yang rendah). Injeksi testosteron aman dan efektif, dan pasien dapat merasakan hasil nyata dengan meningkatkan gairah seksual, fungsi ereksi, kemampuan fisik dan mental pada pria.


Injeksi testosteron hanya diberikan secara intramuskular (i.m), di mana hormon yang disuntikkan langsung ke dalam otot sehingga secara langsung dapat diserap tubuh. Dosis testosteron yang disuntikkan tergantung pada kondisi kesehatan, lama interval injeksi dan tujuan yang ingin dicapai.
Injeksi testosteron bagi pria biasanya diberikan oleh dokter spesialis Andrologi di rumah sakit atau klinik.


Kamis, 01 Desember 2011

Perkembangan Seks Sekunder - Penis

Perkembangan seks sekunder laki-laki memberikan perubahan nyata yang membuat tubuh laki-laki berbeda dari wanita. Perubahan seks sekunder didominasi oleh hormon androgen yang diproduksi oleh testis. 



Minggu, 09 Oktober 2011

Mani Encer

Bila setelah setahun menikah dan berhubungan intim secara teratur belum dikarunia anak maka dikategorikan infertilitas. Kapasitas reproduksi pria telah dibuktikan menurun pada tidak kurang dari 50% pasangan infertil.

Faktor-faktor penyebab untuk agar memudahkan dalam diagnosis dan penanganan pasien. Dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu : pre-testikular, testikular dan post-testikular.

Evaluasi pihak pria harus dilakukan pada setiap pasangan yang datang berkonsultasi untuk infertilitas, dan harus dilakukan pada awal pemeriksaan pasangan. Perlu wawancara riwayat penyakit agar informasi yang diperoleh dapat memberikan masukan untuk diagnosis pada seperempat kasus-kasus infertilitas, Hal ini juga membantu dalam menentukan prognosis, dan akan mempengaruhi penentuan penatalaksanaan.

Mani encer tidak dapat dipakai sebagai indikator, perlu pemeriksaan sperma. Diagnosis laboratoris oligozoospermia dibuat jika konsentrasi sperma kurang dari 20 juta/ml, asthenozoospermia dibuat jika motilitas rendah (kurang dari 25% spermatozoa dengan gerak kedepan cepat lurus), teratozoospermia dibuat jika konsentrasi dan motilitas sperma normal, tetapi morfologi rendah (kurang dari 30% spermatozoa normal) atau azoospermia dibuat jika konsentrasi sperma = 0.

Konsultasi dengan dokter spesialis Andrologi agar dapat diketahui masalah infertilitas yang ada dan diberikan pengobatan yang tepat.


Sabtu, 06 Agustus 2011

Stimulasi Manual dengan Jari

Stimulasi dengan sentuhan manual pada organ intim wanita dapat membangkitkan gairah seksual wanita. Stimulasi langsung pada klitoris kadang-kadang menimbulkan ketidaknyamanan pada beberapa wanita. Sentuhan diatas dan sekitar klitoris lebih disukai,termasuk dengan memasukkan jari ke liang vagina pasangan.
Memasukkan jari ke liang vagina selain dapat menambah bangkitan seksual isteri, dapat juga meningkatkan sensasi dalam hubungan intim karena di bagian depan dinding vagina terdapat Grafenberg spot (G-spot). Dengan vagina yang terlubrikasi dengan baik, penetrasi penis ke vagina menjadi lebih mudah serta dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat gesekan yang terjadi.
Memasukkan jari ke liang vagina masih merupakan hubungan yang sehat. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan jari-jari dan kuku, selain itu bila ada stimulasi anal sebelumnya agar jari-jari tidak menyentuh bagian organ intim pasangan baik itu vulva maupun vagina agar kuman / bakteri yang ada di dubur tidak masuk ke vagina yang dapat menyebabkan infeksi di organ intim.

Ereksi

      Ereksi merupakan perubahan pada pembuluh darah dimana tergantung dari derajat keseimbangan antara inflow arteri dan outflow vena. Ketika inflow arteri rendah dan outflow vena dlam keadaan seimbang, penis dalam kondisi lemas. Ketika peningkatan inflow dan outflow turun, terjadi tumesen.
  
       Dalam keadaan lemas, sistem saraf simpatetik dominan menjaga arteriol dan otot polos kavernosa tetap berkontraksi. Aliran darah ke penis tetap rendah. Ereksi terjadi dibawah pengaruh stimulasi parasimpatis dimana arteriole berdilatasi dan otot polos trabeluka relaksasi. Lue dkk, tahun 1980- an, telah teridentifikasi 8 fase ereksi :

1. Fase 0 : Fase flaccid
Penis flaccid dibawah pengaruh saraf simpatis. Arteri inflow rendah (dibawah 15 cm/detik) dan otot polos trabekula berkontraksi. Sinusoid kosong dan gas darah sama dengan darah vena.

2. Fase 1 : Fase pengisian
Stimulasi saraf parasimpatis memnyebabkan dilatasi arteri dengan arteri flow meningkat drastis lebih dari 30 cm / detik. Relaksasi trabekula menyebabkan pengisiang sinusoid tanpa peningkatan secara signifikan tekanan intrakavernosa.

3. Fase 2 : Fase tumesen
Tekanan intrakevernosa mulai meningkat. Tekanan meningkat diatas tekanan diastolik tekanan darah, flow arteri terus meningkat hanya selama fase sistolik. Sinusoid membesar dan beberapa menekan pleksus vena subtunika. Penis memanjang dan membesar ke kapasitas maksimal.

4. Fase 3 : Fase ereksi penuh
Tekanan intrakavernosa terus meningkat sekitar 90 % tekanan darah sistolik. Aliran darah arteri ke dalam penis menurun tetapi masih lebih besar dari selama fase flaccid. Pembesaran tekanan sinusoid pada pleksus vena subtunika mengurang aliran ke vena eminen. Pada saat ini gas darah sama dengan gas darah arteri.

5. Fase 4 : Fase ereksi rigid
Dibawah pengaruh saraf pudenda, kontraksi otot ischiokavernosa, memeras krura dan meningkatkan tekanan intrakavernosa diatas tekanan darah sistolik. Penis menjadi kaku dan tegak. Otot ischiokavernosa dapat berkontraksi volunter atau dibawah pengaruh reflek bulbokavernosa (yang maintain kekakuan selama penetrasi). Arteri inflow tidak dapat masuk lagi dan vena eminen menutup sempurna. Ketika otot rangka menjadi lelah terjadi penurunan tekanan intrakavernosa kembali ke level fase ereksi penuh, mengikuti sirkulasi kembali ke jaringan kavernosa.

6. Fase 5 : Fase detumesen awal
Sedikit peningkatan tekanan intrakevernosa, mungkin diinduksi oleh stimulasi simpathetik yang menutup outflow vena.

7. Fase 6 : Fase detumesen lambat
Kontraksi otot polos trabekula, arteri helisina berkontriksi dan tekanan intrakavernosa menurun, terjadi penurunan tekanan vena subtunika dan peningkatan outflow vena.

8. Fase 7 : Fase detumesen cepat
Stimulasi simpatetik menurun secara cepat arteri inflow dan tekanan intrakavernosa, dengan peningkatan outflow dalam vena dan detumesen cepat.


Jumat, 01 Juli 2011

Pemeriksaan Analisis Semen Dasar & Lanjutan

Pemeriksaan semen dilakukan untuk mengevaluasi spermatogenesis dan spermiogenesis.
Analisis semen pada kasus infertilitas pria tidak hanya untuk diagnosis tetapi juga berguna bagi terapi dan prognosis.

Analisis semen memberikan informasi :
1. Produksi sperma oleh testis
2. Sumbatan dan fungsi saluran reproduksi pria
3. Aktivitas kelenjar aksesori
4. Kapabilitas Ejakulasi

Sehingga pemeriksaan semen dilakukan untuk :
- Diagnosis kemandulan pria
- Diagnosis infertilitas pria
- Prognosis kesuburan pria
- Mengidentifikasi penanganan yang akan dilakukan :
a. Medikamentosa
b. Pembedahan
c. Teknologi reproduksi berbantu (IUI,IVF,ICSI)
- Keperluan forensik
- Efektivitas vasektomi (KB Pria mantap)

Senin, 02 Mei 2011

Kandungan Kimiawi Rokok

Komposisi tembakau sebelum dibakar sangat penting untuk diketahui karena mempengaruhi komposisi asap rokok yang dihisap selain itu juga untuk mengidentifikasi sumber tembakau.
Asap rokok banyak mengandung campuran bahan kimia beracun diantaranya karbon monoksida, tar dan nikotin (Amir et al, 2009). Nikotin merupakan satu dari ribuan zat kimia yang terdapat dalam rokok, nikotin adalah zat kimia yang mirip asetilkolin yang memang terdapat dalam tubuh dan hanya memerlukan 8 detik untuk mencapai otak yang selanjutnya otak akan mengeluarkan dopamin. Dopamin akan memberikan sensasi “kenikmatan”.
Di dalam aliran darah sensasi “kenikmatan” dapat sampai 72 jam yang selanjutnya akan terjadi sindrom putus obat, sehingga akan terjadi kecanduan dan ketergantungan yang tidak hanya fisik, tetapi juga mental. Usaha untuk berhenti merokok menjadi sulit bila kebiasaan merokok telah dimulai ketika pada usia muda. Kandungan asap rokok lain yang seperti asam asetat merupakan cuka makan, aceton dipakai sebagai penghapus kutek, amonia dipakai pada zat pembersih, arsen merupakan racun yang biasa dipakai sebagai racun tikus, butane merupakan gas korek api, cadmium dipakai sebagai bahan dalam baterai, DDT merupakan insektisida yang di larang oleh pemerintah Amerika pada tahun 1970-an karena bersifat teratogenik, etanol merupakan alkohol, formaldelhid merupakan zat pengawet jaringan tubuh yang diketahui sebagai zat karsinogen, hidrogen sianida sebagai racun pada ruang gas, methanol sebagai bahan bakar roket, naphthalene merupakan pengusir ngegat, nitrobenzene biasa dipakai sebagai adiktif bahan bakar, toluene merupakan solven di bidang industri, vynil chroride merupakan bahan pada pipa plastik (Fawles, 2005).
Metode standar untuk pengambilan asap rokok telah dikembangkan oleh Federal Trade Commission (FTC). Metode FTC menekankan pada pola merokok umum yang terdiri dari 35 cm3 “hembusan / kepulan asap rokok” selama 2 detik setiap kali per menit. Mainstream smoke (MS) adalah asap yang langsung dihisap oleh perokok sedangkan sidestream smoke (SS) atau secondhand smoke adalah asap yang dikeluarkan ke lingkungan dari pembakaran rokok (Jaffe et al, 1999)
Menurut Environmental Protection Agency (EPA) tahun 1992 kandungan fase gas dan partikulat yang terkandung di dalam asap rokok lebih dari 4.000 jenis bahan kimia (Yu et al, 2006).

Senin, 24 Januari 2011

Hukum Kedokteran

Hukum kedokteran merupakan bagian dari hukum di bidang Kesehatan, secara definisi menurut W.B. Van Der Mijn (1986), dapat dijelaskan sebagai berikut :
Hukum medik / hukum kedokteran (“medical law”) is the study of the juridical relation to which the doctor is a party, is a part of health law, sedangkan hukum kesehatan (“health law”) is the body of rules that relates directly to the care for health, as to the application of general civil, criminal, and administrative law. Jadi, hukum kedokteran di batasi pada hukum yang mengatur profesi dokter.


Permasalahan yang biasanya dilontarkan oleh kalangan profesi medis, yaitu mengapa hukum mencampuri masalah etik yang sudah ada dan berlaku di kalangan profesi medis ?, sejarah perkembangan peradaban manusia ini diawali dengan lafal sumpah Hipocrates yang secara rasional melatarbelakangi kegiatan professional itu dengan tujuan kuratif, rehabilitatif, preventif dan promotif.
Perlu dibedakan antara etik profesi dengan hukum, diantara keduanya terdapat persamaan dan juga perbedaan. Perbedaan terutama etik dikontrol dan penilaiannya dilakukan oleh penyandang profesi itu sendiri berdasarkan kesepakatan yang tidak tertulis, hal ini tidak cukup kuat bila kita akan menyelenggarakan pembangunan di bidang kesehatan. Hubungan pasien dan dokter yang semula bersifat “vertikal paternalistik” berangsur-angsur bergerak ke arah hubungan yang bersifat horizontal konstraktual, dimana dokter dan pasien berkedudukan sama sebagai subjek hukum. Ini berarti masing-masing pihak dibebani dengan berbagai hak dan kewajiban.