Kamis, 27 September 2012
Rasa Air Mani
Sabtu, 16 Juni 2012
HbA1C
Selasa, 12 Juni 2012
Testosteron
Testosteron adalah androgen yang paling penting pada pria dan memainkan peran dalam fungsi reproduksi dan seksual. Testosteron bertanggung jawab untuk memproduksi karakteristik fisik pubertas laki-laki seperti bertambahnya ukuran penis dan testis, dan ciri-ciri khas pria dewasa seperti rambut wajah dan tubuh. Testosteron juga merangsang sel-sel dalam testis untuk membantu dalam produksi sperma. Selain itu, testosteron penting bagi kesehatan yang baik jaringan non-reproduksi seperti sel-sel darah, tulang dan otot, dan mempengaruhi suasana hati, gairah seksual dan aspek-aspek tertentu dari kemampuan mental.
Bagaimana produksi testosteron dikendalikan ?
Luteinizing hormone (LH) dan folikel stimulating hormone (FSH) adalah dua hormon penting yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak yang berfungsi untuk memicu fungsi testis. Setelah dirangsang dengan LH, sel-sel Leydig di testis menghasilkan testosteron.
Apa kekurangan hormon testosteron ?
Testosteron (atau androgen) kekurangan adalah ketika tubuh tidak mampu memproduksi testosteron cukup bagi tubuh untuk berfungsi secara normal. Meskipun bukan kondisi yang mengancam jiwa, dapat memiliki pengaruh besar pada kualitas hidup.
Penyebab kekurangan testosteron ?
Biasanya penderita menderita kelainan genetik (misalnya sindroma Kallman, sindroma Klinefelter), kerusakan pada testis (infeksi, trauma, obat, kemoterapi / radioterapi), tidak turun testis. Proses penuaan, penyakit medis dan obesitas semua mempengaruhi kadar testosteron.
Apakah semua orang mendapatkan tingkat testosteron rendah dengan bertambahnya usia mereka ?
Tidak selalu, kadar testosteron pria berkurang secara bertahap. Kadar testosteron tertinggi antara usia 20 sampai 30 tahun, kemudian testosteron mulai turun sekitar sepertiga antara usia 30 sampai 80 tahun. Beberapa pria akan mengalami penurunan lebih besar.
Apa saja gejala dan tanda-tanda kekurangan hormon testosteron ?
Tanda-tanda testosteron rendah adalah berbeda tergantung pada usia ketika kadar testosteron turun di bawah batas normal. Banyak gejala dan tanda-tanda tidak spesifik dan dapat terjadi dengan penyakit medis lainnya dan dalam keadaan lain (misalnya stres fisik atau psikologis).
Anak Usia Dini :
• Penis dan testis tidak tumbuh ke ukuran yang diharapkan
Masa remaja awal (pubertas) :
• Penis dan testis tidak tumbuh ke ukuran yang diharapkan • Kegagalan untuk melewati pubertas normal penuh • Kurang lebat rambut wajah, tubuh atau kemaluan • Otot tidak berkembang • Suara masih seperti kanak-kanak • Payudara membesar
Dewasa :
• Perubahan suasana hati (mood rendah dan mudah tersinggung) • Kurang konsentrasi • Lemas • Mengurangi kekuatan otot • Lama waktu untuk pulih setelah latihan fisik • Gairah seksual menurun (libido menurun) • Gangguan ereksi • Hot flushes, berkeringat • Payudara membesar • Osteoporosis (kropos tulang) • Volume air mani sedikit
Bagaimana defisiensi testosteron didiagnosis ?
Sejumlah langkah yang terlibat dalam mendiagnosis kekurangan testosteron :
- riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik untuk mengkonfirmasi defisiensi testosteron dan untuk mengidentifikasi kemungkinan penyebab
- sampel darah untuk mengukur kadar hormon (darah diambil di pagi hari ketika kadar testosteron tertinggi)
- tes untuk menentukan ada atau tidak adanya kondisi medis diketahui mempengaruhi testis atau kelenjar pituitari (tes darah, karyotiping, CT atau MRI kelenjar hipofisis).
Selasa, 08 Mei 2012
Pendekatan Baru Bagi Kesehatan Pria
Rabu, 29 Februari 2012
Relaksasi Otot Polos
Senin, 20 Februari 2012
Interaksi Hormon Dalam Pengendalian Spermatogenesis
Sabtu, 18 Februari 2012
Andropause
- Penurunan kebugaran tubuh, seperti merasa lemas, kurang tanaga, penurunan daya tahan dan kekuatan fisik, penurunan kemampuan berolahraga, prestasi kerja.
- Gangguan seksual, penurunan libido / dorongan seksual, ereksi kurang kuat.
- Perubahan pada emosi dan perilaku, Pria yang mengalami andropause sering mengalami perasaan kesal, cepat marah, penurunan kenikmatan hidup, mengantuk dan tertidur sesudah makan malam.
- Osteoporosis,
- Meningkatnya resiko penyakit jantung koroner, hal ini dikaitkan dengan perubahan-perubahan pada kadar lemak darah yang terjadi akibat menurunnya kadar estrogen.
- Selain itu, diameter pembuluh darah penis yang lebih kecil dari koroner akan terkena lebih dahulu.
Kamis, 16 Februari 2012
Aksis Hipotalamus-Hipofisis-Testis
Minggu, 05 Februari 2012
Kadar Testosteron Dengan Terapi TU

Injeksi testosteron hanya diberikan secara intramuskular (i.m), di mana hormon yang disuntikkan langsung ke dalam otot sehingga secara langsung dapat diserap tubuh. Dosis testosteron yang disuntikkan tergantung pada kondisi kesehatan, lama interval injeksi dan tujuan yang ingin dicapai.
Injeksi testosteron bagi pria biasanya diberikan oleh dokter spesialis Andrologi di rumah sakit atau klinik.
Kamis, 01 Desember 2011
Perkembangan Seks Sekunder - Penis

Rabu, 09 November 2011
Jumat, 28 Oktober 2011
Gejala Klinis Sindrom Kekurangan Testosteron
Minggu, 09 Oktober 2011
Mani Encer
Faktor-faktor penyebab untuk agar memudahkan dalam diagnosis dan penanganan pasien. Dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu : pre-testikular, testikular dan post-testikular.
Evaluasi pihak pria harus dilakukan pada setiap pasangan yang datang berkonsultasi untuk infertilitas, dan harus dilakukan pada awal pemeriksaan pasangan. Perlu wawancara riwayat penyakit agar informasi yang diperoleh dapat memberikan masukan untuk diagnosis pada seperempat kasus-kasus infertilitas, Hal ini juga membantu dalam menentukan prognosis, dan akan mempengaruhi penentuan penatalaksanaan.
Mani encer tidak dapat dipakai sebagai indikator, perlu pemeriksaan sperma. Diagnosis laboratoris oligozoospermia dibuat jika konsentrasi sperma kurang dari 20 juta/ml, asthenozoospermia dibuat jika motilitas rendah (kurang dari 25% spermatozoa dengan gerak kedepan cepat lurus), teratozoospermia dibuat jika konsentrasi dan motilitas sperma normal, tetapi morfologi rendah (kurang dari 30% spermatozoa normal) atau azoospermia dibuat jika konsentrasi sperma = 0.
Konsultasi dengan dokter spesialis Andrologi agar dapat diketahui masalah infertilitas yang ada dan diberikan pengobatan yang tepat.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Stimulasi Manual dengan Jari
Stimulasi dengan sentuhan manual pada organ intim wanita dapat membangkitkan gairah seksual wanita. Stimulasi langsung pada klitoris kadang-kadang menimbulkan ketidaknyamanan pada beberapa wanita. Sentuhan diatas dan sekitar klitoris lebih disukai,termasuk dengan memasukkan jari ke liang vagina pasangan.
Memasukkan jari ke liang vagina selain dapat menambah bangkitan seksual isteri, dapat juga meningkatkan sensasi dalam hubungan intim karena di bagian depan dinding vagina terdapat Grafenberg spot (G-spot). Dengan vagina yang terlubrikasi dengan baik, penetrasi penis ke vagina menjadi lebih mudah serta dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat gesekan yang terjadi.
Memasukkan jari ke liang vagina masih merupakan hubungan yang sehat. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan jari-jari dan kuku, selain itu bila ada stimulasi anal sebelumnya agar jari-jari tidak menyentuh bagian organ intim pasangan baik itu vulva maupun vagina agar kuman / bakteri yang ada di dubur tidak masuk ke vagina yang dapat menyebabkan infeksi di organ intim.
Ereksi
Jumat, 01 Juli 2011
Pemeriksaan Analisis Semen Dasar & Lanjutan
Analisis semen pada kasus infertilitas pria tidak hanya untuk diagnosis tetapi juga berguna bagi terapi dan prognosis.
Analisis semen memberikan informasi :
1. Produksi sperma oleh testis
2. Sumbatan dan fungsi saluran reproduksi pria
3. Aktivitas kelenjar aksesori
4. Kapabilitas Ejakulasi
Sehingga pemeriksaan semen dilakukan untuk :
- Diagnosis kemandulan pria
- Diagnosis infertilitas pria
- Prognosis kesuburan pria
- Mengidentifikasi penanganan yang akan dilakukan :
a. Medikamentosa
b. Pembedahan
c. Teknologi reproduksi berbantu (IUI,IVF,ICSI)
- Keperluan forensik
- Efektivitas vasektomi (KB Pria mantap)
Senin, 06 Juni 2011
Senin, 02 Mei 2011
Kandungan Kimiawi Rokok
Komposisi tembakau sebelum dibakar sangat penting untuk diketahui karena mempengaruhi komposisi asap rokok yang dihisap selain itu juga untuk mengidentifikasi sumber tembakau.
Asap rokok banyak mengandung campuran bahan kimia beracun diantaranya karbon monoksida, tar dan nikotin (Amir et al, 2009). Nikotin merupakan satu dari ribuan zat kimia yang terdapat dalam rokok, nikotin adalah zat kimia yang mirip asetilkolin yang memang terdapat dalam tubuh dan hanya memerlukan 8 detik untuk mencapai otak yang selanjutnya otak akan mengeluarkan dopamin. Dopamin akan memberikan sensasi “kenikmatan”.
Di dalam aliran darah sensasi “kenikmatan” dapat sampai 72 jam yang selanjutnya akan terjadi sindrom putus obat, sehingga akan terjadi kecanduan dan ketergantungan yang tidak hanya fisik, tetapi juga mental. Usaha untuk berhenti merokok menjadi sulit bila kebiasaan merokok telah dimulai ketika pada usia muda. Kandungan asap rokok lain yang seperti asam asetat merupakan cuka makan, aceton dipakai sebagai penghapus kutek, amonia dipakai pada zat pembersih, arsen merupakan racun yang biasa dipakai sebagai racun tikus, butane merupakan gas korek api, cadmium dipakai sebagai bahan dalam baterai, DDT merupakan insektisida yang di larang oleh pemerintah Amerika pada tahun 1970-an karena bersifat teratogenik, etanol merupakan alkohol, formaldelhid merupakan zat pengawet jaringan tubuh yang diketahui sebagai zat karsinogen, hidrogen sianida sebagai racun pada ruang gas, methanol sebagai bahan bakar roket, naphthalene merupakan pengusir ngegat, nitrobenzene biasa dipakai sebagai adiktif bahan bakar, toluene merupakan solven di bidang industri, vynil chroride merupakan bahan pada pipa plastik (Fawles, 2005).
Metode standar untuk pengambilan asap rokok telah dikembangkan oleh Federal Trade Commission (FTC). Metode FTC menekankan pada pola merokok umum yang terdiri dari 35 cm3 “hembusan / kepulan asap rokok” selama 2 detik setiap kali per menit. Mainstream smoke (MS) adalah asap yang langsung dihisap oleh perokok sedangkan sidestream smoke (SS) atau secondhand smoke adalah asap yang dikeluarkan ke lingkungan dari pembakaran rokok (Jaffe et al, 1999)
Menurut Environmental Protection Agency (EPA) tahun 1992 kandungan fase gas dan partikulat yang terkandung di dalam asap rokok lebih dari 4.000 jenis bahan kimia (Yu et al, 2006).
Senin, 24 Januari 2011
Hukum Kedokteran
Hukum kedokteran merupakan bagian dari hukum di bidang Kesehatan, secara definisi menurut W.B. Van Der Mijn (1986), dapat dijelaskan sebagai berikut :
Hukum medik / hukum kedokteran (“medical law”) is the study of the juridical relation to which the doctor is a party, is a part of health law, sedangkan hukum kesehatan (“health law”) is the body of rules that relates directly to the care for health, as to the application of general civil, criminal, and administrative law. Jadi, hukum kedokteran di batasi pada hukum yang mengatur profesi dokter.
Permasalahan yang biasanya dilontarkan oleh kalangan profesi medis, yaitu mengapa hukum mencampuri masalah etik yang sudah ada dan berlaku di kalangan profesi medis ?, sejarah perkembangan peradaban manusia ini diawali dengan lafal sumpah Hipocrates yang secara rasional melatarbelakangi kegiatan professional itu dengan tujuan kuratif, rehabilitatif, preventif dan promotif.
Perlu dibedakan antara etik profesi dengan hukum, diantara keduanya terdapat persamaan dan juga perbedaan. Perbedaan terutama etik dikontrol dan penilaiannya dilakukan oleh penyandang profesi itu sendiri berdasarkan kesepakatan yang tidak tertulis, hal ini tidak cukup kuat bila kita akan menyelenggarakan pembangunan di bidang kesehatan. Hubungan pasien dan dokter yang semula bersifat “vertikal paternalistik” berangsur-angsur bergerak ke arah hubungan yang bersifat horizontal konstraktual, dimana dokter dan pasien berkedudukan sama sebagai subjek hukum. Ini berarti masing-masing pihak dibebani dengan berbagai hak dan kewajiban.














