Senin, 20 Februari 2012
Interaksi Hormon Dalam Pengendalian Spermatogenesis
Label:
Andrologi
Sabtu, 18 Februari 2012
Andropause
Pria sekitar usia 40 tahun ke atas akan mengalami perubahan hormonal yang berdampak pada kehidupannya. Perubahan tersebut merupakan bagian dari proses penuaan yang wajar.
Perkembangan dunia kedokteran saat ini memberikan beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi efek andropause yang dialami pria, serta meningkatkan kualitas hidupnya.
Bagaimanakah tanda - tanda andropause ?
Sebagian besar pria akan mengalami gejala yang kurang menyenangkan, bahkan mengganggu kehidupan sehari-hari. Beberapa gejala tersebut antara lain :
- Penurunan kebugaran tubuh, seperti merasa lemas, kurang tanaga, penurunan daya tahan dan kekuatan fisik, penurunan kemampuan berolahraga, prestasi kerja.
- Gangguan seksual, penurunan libido / dorongan seksual, ereksi kurang kuat.
- Perubahan pada emosi dan perilaku, Pria yang mengalami andropause sering mengalami perasaan kesal, cepat marah, penurunan kenikmatan hidup, mengantuk dan tertidur sesudah makan malam.
Apakah Pengaruh jangka panjang dari andropause ?
Secara jangka panjang, andropause akan menimbulkan gangguan kesehatan lain seperti :
- Osteoporosis,
- Meningkatnya resiko penyakit jantung koroner, hal ini dikaitkan dengan perubahan-perubahan pada kadar lemak darah yang terjadi akibat menurunnya kadar estrogen.
- Selain itu, diameter pembuluh darah penis yang lebih kecil dari koroner akan terkena lebih dahulu.
Adakah Pengobatan untuk andropause ?
Ada, pengobatan andropause dapat diatasi dengan terapi sulih hormon (hormone replacement therapy) maupun terapi non hormonal (fitofarmaka).
Label:
Andrologi
Kamis, 16 Februari 2012
Aksis Hipotalamus-Hipofisis-Testis
Label:
Andrologi
Minggu, 05 Februari 2012
Kadar Testosteron Dengan Terapi TU
Injeksi testosteron adalah salah satu cara yang efektif dan ekonomis yang paling banyak dipraktekkan dalam HRT. Suntikan ini diberikan pada orang yang menderita hipogonadisme (kadar testosteron yang rendah). Injeksi testosteron aman dan efektif, dan pasien dapat merasakan hasil nyata dengan meningkatkan gairah seksual, fungsi ereksi, kemampuan fisik dan mental pada pria.

Injeksi testosteron hanya diberikan secara intramuskular (i.m), di mana hormon yang disuntikkan langsung ke dalam otot sehingga secara langsung dapat diserap tubuh. Dosis testosteron yang disuntikkan tergantung pada kondisi kesehatan, lama interval injeksi dan tujuan yang ingin dicapai.
Injeksi testosteron bagi pria biasanya diberikan oleh dokter spesialis Andrologi di rumah sakit atau klinik.

Injeksi testosteron hanya diberikan secara intramuskular (i.m), di mana hormon yang disuntikkan langsung ke dalam otot sehingga secara langsung dapat diserap tubuh. Dosis testosteron yang disuntikkan tergantung pada kondisi kesehatan, lama interval injeksi dan tujuan yang ingin dicapai.
Injeksi testosteron bagi pria biasanya diberikan oleh dokter spesialis Andrologi di rumah sakit atau klinik.
Label:
Andrologi
Kamis, 01 Desember 2011
Perkembangan Seks Sekunder - Penis
Perkembangan seks sekunder laki-laki memberikan perubahan nyata yang membuat tubuh laki-laki berbeda dari wanita. Perubahan seks sekunder didominasi oleh hormon androgen yang diproduksi oleh testis.

Label:
Andrologi
Rabu, 09 November 2011
Jumat, 28 Oktober 2011
Gejala Klinis Sindrom Kekurangan Testosteron
Label:
Andrologi
Minggu, 09 Oktober 2011
Mani Encer
Bila setelah setahun menikah dan berhubungan intim secara teratur belum dikarunia anak maka dikategorikan infertilitas. Kapasitas reproduksi pria telah dibuktikan menurun pada tidak kurang dari 50% pasangan infertil.
Faktor-faktor penyebab untuk agar memudahkan dalam diagnosis dan penanganan pasien. Dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu : pre-testikular, testikular dan post-testikular.
Evaluasi pihak pria harus dilakukan pada setiap pasangan yang datang berkonsultasi untuk infertilitas, dan harus dilakukan pada awal pemeriksaan pasangan. Perlu wawancara riwayat penyakit agar informasi yang diperoleh dapat memberikan masukan untuk diagnosis pada seperempat kasus-kasus infertilitas, Hal ini juga membantu dalam menentukan prognosis, dan akan mempengaruhi penentuan penatalaksanaan.
Mani encer tidak dapat dipakai sebagai indikator, perlu pemeriksaan sperma. Diagnosis laboratoris oligozoospermia dibuat jika konsentrasi sperma kurang dari 20 juta/ml, asthenozoospermia dibuat jika motilitas rendah (kurang dari 25% spermatozoa dengan gerak kedepan cepat lurus), teratozoospermia dibuat jika konsentrasi dan motilitas sperma normal, tetapi morfologi rendah (kurang dari 30% spermatozoa normal) atau azoospermia dibuat jika konsentrasi sperma = 0.
Konsultasi dengan dokter spesialis Andrologi agar dapat diketahui masalah infertilitas yang ada dan diberikan pengobatan yang tepat.
Faktor-faktor penyebab untuk agar memudahkan dalam diagnosis dan penanganan pasien. Dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu : pre-testikular, testikular dan post-testikular.
Evaluasi pihak pria harus dilakukan pada setiap pasangan yang datang berkonsultasi untuk infertilitas, dan harus dilakukan pada awal pemeriksaan pasangan. Perlu wawancara riwayat penyakit agar informasi yang diperoleh dapat memberikan masukan untuk diagnosis pada seperempat kasus-kasus infertilitas, Hal ini juga membantu dalam menentukan prognosis, dan akan mempengaruhi penentuan penatalaksanaan.
Mani encer tidak dapat dipakai sebagai indikator, perlu pemeriksaan sperma. Diagnosis laboratoris oligozoospermia dibuat jika konsentrasi sperma kurang dari 20 juta/ml, asthenozoospermia dibuat jika motilitas rendah (kurang dari 25% spermatozoa dengan gerak kedepan cepat lurus), teratozoospermia dibuat jika konsentrasi dan motilitas sperma normal, tetapi morfologi rendah (kurang dari 30% spermatozoa normal) atau azoospermia dibuat jika konsentrasi sperma = 0.
Konsultasi dengan dokter spesialis Andrologi agar dapat diketahui masalah infertilitas yang ada dan diberikan pengobatan yang tepat.
Label:
Andrologi
Langganan:
Komentar (Atom)







