
Rabu, 09 November 2011
Jumat, 28 Oktober 2011
Gejala Klinis Sindrom Kekurangan Testosteron
Minggu, 09 Oktober 2011
Mani Encer
Faktor-faktor penyebab untuk agar memudahkan dalam diagnosis dan penanganan pasien. Dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu : pre-testikular, testikular dan post-testikular.
Evaluasi pihak pria harus dilakukan pada setiap pasangan yang datang berkonsultasi untuk infertilitas, dan harus dilakukan pada awal pemeriksaan pasangan. Perlu wawancara riwayat penyakit agar informasi yang diperoleh dapat memberikan masukan untuk diagnosis pada seperempat kasus-kasus infertilitas, Hal ini juga membantu dalam menentukan prognosis, dan akan mempengaruhi penentuan penatalaksanaan.
Mani encer tidak dapat dipakai sebagai indikator, perlu pemeriksaan sperma. Diagnosis laboratoris oligozoospermia dibuat jika konsentrasi sperma kurang dari 20 juta/ml, asthenozoospermia dibuat jika motilitas rendah (kurang dari 25% spermatozoa dengan gerak kedepan cepat lurus), teratozoospermia dibuat jika konsentrasi dan motilitas sperma normal, tetapi morfologi rendah (kurang dari 30% spermatozoa normal) atau azoospermia dibuat jika konsentrasi sperma = 0.
Konsultasi dengan dokter spesialis Andrologi agar dapat diketahui masalah infertilitas yang ada dan diberikan pengobatan yang tepat.
Sabtu, 06 Agustus 2011
Stimulasi Manual dengan Jari
Stimulasi dengan sentuhan manual pada organ intim wanita dapat membangkitkan gairah seksual wanita. Stimulasi langsung pada klitoris kadang-kadang menimbulkan ketidaknyamanan pada beberapa wanita. Sentuhan diatas dan sekitar klitoris lebih disukai,termasuk dengan memasukkan jari ke liang vagina pasangan.
Memasukkan jari ke liang vagina selain dapat menambah bangkitan seksual isteri, dapat juga meningkatkan sensasi dalam hubungan intim karena di bagian depan dinding vagina terdapat Grafenberg spot (G-spot). Dengan vagina yang terlubrikasi dengan baik, penetrasi penis ke vagina menjadi lebih mudah serta dapat mengurangi ketidaknyamanan akibat gesekan yang terjadi.
Memasukkan jari ke liang vagina masih merupakan hubungan yang sehat. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan jari-jari dan kuku, selain itu bila ada stimulasi anal sebelumnya agar jari-jari tidak menyentuh bagian organ intim pasangan baik itu vulva maupun vagina agar kuman / bakteri yang ada di dubur tidak masuk ke vagina yang dapat menyebabkan infeksi di organ intim.
Ereksi
Jumat, 01 Juli 2011
Pemeriksaan Analisis Semen Dasar & Lanjutan
Analisis semen pada kasus infertilitas pria tidak hanya untuk diagnosis tetapi juga berguna bagi terapi dan prognosis.
Analisis semen memberikan informasi :
1. Produksi sperma oleh testis
2. Sumbatan dan fungsi saluran reproduksi pria
3. Aktivitas kelenjar aksesori
4. Kapabilitas Ejakulasi
Sehingga pemeriksaan semen dilakukan untuk :
- Diagnosis kemandulan pria
- Diagnosis infertilitas pria
- Prognosis kesuburan pria
- Mengidentifikasi penanganan yang akan dilakukan :
a. Medikamentosa
b. Pembedahan
c. Teknologi reproduksi berbantu (IUI,IVF,ICSI)
- Keperluan forensik
- Efektivitas vasektomi (KB Pria mantap)
Senin, 06 Juni 2011
Senin, 02 Mei 2011
Kandungan Kimiawi Rokok
Komposisi tembakau sebelum dibakar sangat penting untuk diketahui karena mempengaruhi komposisi asap rokok yang dihisap selain itu juga untuk mengidentifikasi sumber tembakau.
Asap rokok banyak mengandung campuran bahan kimia beracun diantaranya karbon monoksida, tar dan nikotin (Amir et al, 2009). Nikotin merupakan satu dari ribuan zat kimia yang terdapat dalam rokok, nikotin adalah zat kimia yang mirip asetilkolin yang memang terdapat dalam tubuh dan hanya memerlukan 8 detik untuk mencapai otak yang selanjutnya otak akan mengeluarkan dopamin. Dopamin akan memberikan sensasi “kenikmatan”.
Di dalam aliran darah sensasi “kenikmatan” dapat sampai 72 jam yang selanjutnya akan terjadi sindrom putus obat, sehingga akan terjadi kecanduan dan ketergantungan yang tidak hanya fisik, tetapi juga mental. Usaha untuk berhenti merokok menjadi sulit bila kebiasaan merokok telah dimulai ketika pada usia muda. Kandungan asap rokok lain yang seperti asam asetat merupakan cuka makan, aceton dipakai sebagai penghapus kutek, amonia dipakai pada zat pembersih, arsen merupakan racun yang biasa dipakai sebagai racun tikus, butane merupakan gas korek api, cadmium dipakai sebagai bahan dalam baterai, DDT merupakan insektisida yang di larang oleh pemerintah Amerika pada tahun 1970-an karena bersifat teratogenik, etanol merupakan alkohol, formaldelhid merupakan zat pengawet jaringan tubuh yang diketahui sebagai zat karsinogen, hidrogen sianida sebagai racun pada ruang gas, methanol sebagai bahan bakar roket, naphthalene merupakan pengusir ngegat, nitrobenzene biasa dipakai sebagai adiktif bahan bakar, toluene merupakan solven di bidang industri, vynil chroride merupakan bahan pada pipa plastik (Fawles, 2005).
Metode standar untuk pengambilan asap rokok telah dikembangkan oleh Federal Trade Commission (FTC). Metode FTC menekankan pada pola merokok umum yang terdiri dari 35 cm3 “hembusan / kepulan asap rokok” selama 2 detik setiap kali per menit. Mainstream smoke (MS) adalah asap yang langsung dihisap oleh perokok sedangkan sidestream smoke (SS) atau secondhand smoke adalah asap yang dikeluarkan ke lingkungan dari pembakaran rokok (Jaffe et al, 1999)
Menurut Environmental Protection Agency (EPA) tahun 1992 kandungan fase gas dan partikulat yang terkandung di dalam asap rokok lebih dari 4.000 jenis bahan kimia (Yu et al, 2006).